Selasa, 23 September 2014

Persahabatan

7 Macam Persahabatan, Hanya 1 Sampai Akhirat.

1. "Ta'aruffan" persahabatan yg terjalin krn pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM & lainnya.

2. "Taariiihan" persahabatan yg terjalin krn faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama & sebagainya.

3. "Ahammiyyatan" persahabatan yg terjalin krn faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. "Faarihan" persahabatan yg terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing & sebagainya.

5. "Amalan" persahabatan yg terjalin krn seprofesi, misalnya sama2 guru, dokter & sebagainya.

6. "Aduwwan" sahabat tetapi musuh, depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, "Bila kamu memperoleh nikmat, ia benci, bila kamu tertimpa musibah, ia senang" (QS 3:120).

Rasulullah mengajarkan doa", Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyi tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan."

7. "Hubban Iimaanan", sebuah ikatan persahabat yg lahir batin, tulus saling cinta & sayang krn ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam2 dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya krn Allah Ta'ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat. yg tersisa hanya ikatan persahabatan yg ke 7, persahabatan yg dilakukan krn Allah (QS 49:10), "Teman2 akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh
bagi yg lain kecuali persahabatan krn Ketaqwaan" (QS 43:67).

ADA  dimanakah persahabatan kita?
Semoga Bermanfaat.

LLK

"Aku tahu,rezekiku tak akan diambil orang,karenanya aku tenang.. aku tahu amalku tak akan dikerjakan orang,karenanya kusibuk berjuang"
(Hasan al Bashri)

"Janganlah kalian merasa bahwa rezeki kalian datang terlambat,krn sesungguhnya tidaklah seorang hamba meninggal hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir yang ditetapkan untuknya. Maka tempuhlah jalan terbaik dalam mencari rezeki yaitu dengan yang halal dan meninggalkan yang haram"
(HR. Ibnu Majah)

Ada seorang pekerja yang gajinya amat banyak angka nol di belakang bilangan utama, disimpan rapi di bank.. namun jika ia meninggal esok hari,jd rezeki siapakah kiranya? --maka,rezeki bukan yang tertulis sbg angka gaji

Ada seorang pemilik jejaring rumah makan terkenal dg penghasilan yang besarnya mencengangkan, namun sepanjang hidupnya tak pernah ia berbaring di kasur,apalagi ranjang pegas. Tidur di alas empuk hanya membuat tulang punggungnya ngilu. dia hanya bisa beristirahat di atas tikar yang digelar di lantai yang dingin.. -- maka,rezeki bukan soal apa yang sanggup dibeli..

Ada seorang pemilik saham terbesar maskapai penerbangan,tp ia menderita phobia ketinggian,maka seumur hidupnya tak pernah ia berani naik pesawat.. --maka,rezeki bukan soal apa yang dikuasai..

Ada pula,seorang lelaki bersahaja tidak mampu membeli mobil,tapi Allah menetapkannya naik mobil kmna2 ketika sang tetangga mempunyai rezeki mobil berlebih dan meminta lelaki ini menggunakan mobilnya drpd menganggur di garasi..--maka,rezeki bukan soal apa yang dimiliki...

Hamba-hamba yang lalai adl yg berjuang keras mencari rezeki yang sudah dijaminkan tetapi mereka mengabaikan taat yang telah diwajibkan..
Inilah setitis rezeki di lapis keberkahan,apa yang sedikit lagi mencukupi,lebih baik daripada yang banyak tapi melalaikan..

★"lapis-lapis keberkahan" - Salim A. fillah★

Cuplikan taujih Ustadz Anis Matta (Presiden Partai Keadilan Sejahtera) pada SILAGNAS PKS 20 September 2014 di Hotel Sahid Jakarta

dirangkum oleh @roziputranasrun

Minimal ada 3 kata kunci dalam platform perjuangan kita;

1. Islam (yg kita fahami bahwa Islam kita adalah; keterbukaan / inklusif dan moderasi/moderat.. dan dalam kontek ini kita harus memahami dan memakai 3 fiqh sekaligus; fiqh nash / teks, fiqh waqi dan fiqh nizar yaitu bagaimana menurun tekstual dalam kehidupan dan ketiga hal ini harus ada dan bersamaan.

2. Demokrasi .
Tahun-tahun kedepan demokrasi kita terbelah menjadi 2 (sebelumnya 3; kiri, kanan dan tengah) sekarang konservatif dan liberalisme..

3. Konstitusi.
Konstitusi ini harus kita fahami sebagai sebuah kesepakatan bersama dalam bernegara.

Dan kata kunci dalam menuju kepemimpinan nasional adalah KAPASITAS; dan ini mnjadi salah satu tantangan politik kita kedepan. Jangan pernah tergoda untuk memimpin kalau kita tidak memiliki kapasitas ini ikhwah sekalian..

Jalan yang kita pilih haruslah jalan natural. Kita harus nemimpin republik ini dengan kapasitas kita dan kita harus yakin bahwa kalau kita belum memimpin itu artinya menurut Allah kita belum mampu dan memiliki kapasitas..

Nauzubillah... jangan sampai kita diberi kepemimpinan oleh Allah untuk kemudian dihempaskan.

Tugas besar kita kedepan adalah membangun rill power. Ini yang saya maksud kapasitas dan konten dari kapasitas ini: ide, orang dan sumber daya..  jika ini terintegrasi dengan benar maka insyallah kita layak memimpin...

Kapasitas ini baik secara personal maupun secara kolektif. Cara natural inilah yang kita inginkan memimpin secara natural, dengan cara kita sendiri dengan kapasitas kita, bukan krna cara-cara mudah, gampang, cepat tapi RAPUH ... karena kepemimpinan yang akan kita rebut itu nanti akan KITA WARISKAN kepada  generasi kita selanjutnya. AlllahuAkbar!!

Ikhwah sekalian
selain ilmu pngetahuan wawasan, bahasa,  kemampuan orang-orang (pemimpin) berpengaruh pertama kali juga karena gelombang inner personalnya sehingga kapasitas ini - juga menyangkut body care - jangan dianggap ini remeh. Ini bagian dari Tsaqofatus Sihhaah dalam manhaj kita.

Bagian lain adalah meningkatkan pengetahuan untuk memengaruhi orang lain, psikologi memengaruhi orang lain terutama dalam level kebijakan

Bagian lain yg perlu kita kuatkan dan saya sangat garis bawahi adalah persoalan kedisplinan struktural (!!)

Kita menghargai kebebasan individu tapi pada saat yang sama kita harus memegang teguh keutuhan struktural kita. Keutuhan jamaah kita dan itu kata kuncinya ikhwah skalian adalah Kedisplinan (!)

Boleh berbeda di dalam. Silahkan berdebat sekencang-kencangnya didalam, tapi keluar SATU SUARA..!!!

Yang terakhir yang saya ingin garis bawahi adalah dalam posisi kita kedepan.. saya tegaskan bahwa dalam komposisi politik ke depan kita dalam posisi: OPOSISI.

Dan antum jangan sedih kita oposisi. Karena kita dulu juga pernah oposisi...

Antum bayangkan dulu kita hanya punya 7 kursi di DPR tapi kita dengan tegap berdiri: bahwa kami oposisi!

Bedanya saat ini bahwa kita tidak sendiri tapi bersama kawan-kawan yg lain dan bahkan jumlah oposisi kali ini lebih banyak

Tapi jangan pula antum merasa bahwa kita lebih enak beroposisi dan ini bukan pilihan resiko yang kita ambil.. karena apa karena sebenarnya tujuan kita adalah MEMIMPIN!

Sinyal penting ini yang ingin kita perlihatkan kepada kawan-kawan koalisi adalah kita bagaimana berteman yang baik dengan kontribusi ide-ide, wawasan dan KESETIAAN

Yang perlu kita perbaiki terus adalah komunikasi yang baik dan tau menempatkan diri. Inilah nilai-nilai yg ingin kita tunjukkan dalam koalisi.

Saya percaya ini semua nanti insyaAllah menjadi tangga yang besar dalam berbangsa dan bernegara kedepannya.

Saya percayakan kepada antum semua. Buatlah tahun-tahun kedepan menjadi tahun-tahun indah bagi Partai Keadilan Sejahtera.

-End-

Salmon dan Hiu

IKAN SALMON DAN IKAN HIU

Pada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tsb masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dgn ikan salmon yg sudah diawetkan dgn es. Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dlm perjalanan menuju daratan salmon² tsb tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yg mati di dalam kolam buatan tsb.

Bagaimana cara mereka (nelayan Jepang) menyiasatinya ?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tsb.
Sungguh Ajaib..!
Hiu kecil tsb "memaksa" salmon² itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil tsb. Akibatnya banyak ikan salmon yg tetap hidup & jumlah salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit..!

Diam membuat kita Mati...!
Bergerak membuat kita Hidup...!

Apa yg membuat kita Diam??
Saat tidak ada masalah dlm hidup dan şααt kita berada dlm zona nyaman. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tdk sadar bahwa kita telah mati..!
Ironis, bukan..??

Apa yg membuat kita bergerak..?? Masalah. Tekanan Hidup. dan Tekanan Kerja.

Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu.

Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luarbiasa.

Ingatlah, bahwa kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup.. Itu sebabnya syukurilah kehadiran "hiu kecil" yg terus memaksa kita utk Move ON dan tetap survive.

Bergerak Demi Umat

Minggu, 21 September 2014

Saat Yusuf Membacakan Surat Yusuf

Satu persatu tetamu memenuhi ruangan besar di salah satu hotel di Bali.

Iya...mereka hadir dengan antusias untuk penggalangan dana pembelian tanah untuk sebuah masjid di Denpasar.

Acara pun dimulai. Kekhusyuan mulai terasa. Setelah dibuka dengan kalimat indah dari pembawa acara, maka berlanjut ke pembacaan ayat al-Quran.

Maju ke hadapan seorang anak kecil. Kurus.
Dengan kopiah agak kebesaran.

Saya menoleh, ooh dia tak membawa mushaf al-Quran.
"Ahh paling tasmi' surat pendek di Juz Amma", batin saya bicara.

Mulailah Yusuf (ternyata itu nama nya) membaca ta'awwudz dan basmalah.
Masya Allah...fasih bacaan nya.
Lalu...Yusuf membaca surat Yusuf as.
Saya pun kembali menoleh...ia tak membuka mushaf al-Quran.
Hafalan nya bagus.
Suaranya mendayu sesuai tajwid dan pelafalan huruf.
Terasa berkomunikasi dengan 'hati' kami yang hadir.
Haru.
Syahdu.
Setelah selesai, sepertinya pembawa acara bisa membaca apa yang ada dalam fikiran kami.

"Yang tadi tasmi' atau memperdengarkan al-Quran adalah ananda Yusuf. Beliau kelas VI SD swasta.
Alhamdulillah sudah hafal al-Quran", jelas pembaca acara.

Subhanalloh para hadirin tak kuasa menahan isak tangis.

Seorang anak kelas VI SD sudah hafal al-Quran.
SD swasta, bukan sekolah Islam Terpadu.
Di Bali lagi...
Bahkan (kami tahu setelah acara) ayahnya bekerja hanya sebagai (maaf) tour guide. Artinya penghasilan nya kurang menentu.

Masya Allah...

Kita sering menangisi orang miskin.
Tapi semestinya kita menangisi diri kita sendiri :
- Jika kita miskin iman
- Jika kita miskin semangat
- Jika kita miskin idealisme

Orang miskin materi bisa berubah, saat ia 'kaya' akan iman dan semangat.
Namun orang yang kaya secara materi bisa berubah keadaan nya, saat ia 'miskin' idealisme...apalagi 'miskin' iman...na'udzu billah

Sahabat Nabi, Abu Dzar ra menceritakan bahwasanya Rasulullah saw pernah bertanya kepadanya:

يَا أَبَا ذَر، أَتَرَى كَثْرَةَ الْمَالِ هُوَ الْغِنَى؟ قُلْتُ : نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ : أَفَتَرَى قِلَّةِ الْمَالِ هُوَ الْفَقْرُ؟ قُلْتُ : نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قال : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْبِ وَالْفَقْرُ فَقْرُ الْقَلْبِ

“Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang banyaknya harta merupakan kekayaan?”.
Aku (Abu Dzar) berkata : “Iya ya Rasulullah”.

Rasulullah saw berkata : “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta merupakan kemiskinan?”.
Aku (Abu Dzar ) berkata, “Benar wahai Rasulullah”.

Rasulullahpun berkata : “Sesungguhnya kekayaan (yang hakiki) adalah kayanya hati, dan kemisikinan (yang hakiki) adalah miskinnya hati”.

(HR Ibnu Hibbaan dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam shahih At-Targiib wa At-Tarhiib no 827)

Sabtu, 20 September 2014

MLM

Bismillah.. moga bermanfaat
Bila positif diamalkan.. bila negatif tinggalkan 
Twitt dari @JayaYEA (Jaya Setia bUdi)
Author "The Power of Kepepet"

1.Apa pendapat saya tentang #MLM ? Agak kontroversi.. Yuk bantu RT..

2.Dulu sudah pernah saya twit dari sisi pengalaman saya sendiri di thn 2001-2003 saat ikut jadi pelaku #MLM. Kali ini beda cerita..

3.Om Kiyosaki bilang "#MLM adalah Sekolah Bisnis" >> ini saya alami, banyak pelajaran yg saya dapat disana.

4.Di #MLM kita belajar: 1.PeDe 2.Prospect 3.F-up 4.Team Building 5.Public Speaking dan banyak lagi..

5.Kalo dapat leader dan jaringan yg punya support sistem yg bagus, kenyang deh kita dengan ilmu2 berkualitas. #MLM

6.Pertanyaannya: Kalo SEKOLAH, bagusnya ada KELULUSAN. Nah, LULUSnya MLM itu harusnya BUKA USAHA, bukan cuma jualin produk orang. #MLM

7.Kenapa #MLM banyak dibenci orang? Ini juga menarik u/ disimak. <siap2 diserbu praktisi MLM nih :p>

8.a.Praktisi #MLM MAYORITAS 'tukang kejar' orang saat mau prospek. b.Yg tadinya ngilang, tau2 sok akrab & nongol. Bener kan?

9.c.Karena cuci otaknya dahsyat + ngejar komisi, ngecap produknya berlebihan. "Produk ini direkomendasikan Prof ABC (gak terkenal) #MLM

10."Dapat menyembuhkan semua jenis penyakit, sangat LUAR BIASA dan sudah dipakai oleh orang2 LUAR BIASA SEKALI." JeDuEErrr..! #MLM

11."POKOKNYAAAAHHH.. BELI PASTI UNTUNG" #berBuSSa >> iya, paling gak, untung gak loe datengin & prospek lagi kalee.. #MLM

12."Kita kan niatnya mau bantu Anda..!" >> Itu kan menurut Anda, bukan saya tho.. Lagian, saya fain-fain aja koq. Beuhh.. #MLM

13.Gak semua seperti itu sih.. tapi mayoritas POLA-nya seperti itu. Gak ada yg benar atau salah, adanya KONSEKUENSI. #MLM

14.Jika Anda melakukan praktik2 spt itu (order seeker+NGECAP POL), maka Anda akan merusak jaringan Anda sendiri, terutama pertemanan. #MLM

15.Upline bilang ke Downline "Bantu kawan2 terdekatmu" >> itu bahasa dia buat menghancurkan jaringan Anda & dia dapat komisinya. #MLM

16.Apalagi kalo sudah yang pakai2 nama JUAL HAK BISNIS >> silakan cek hukum keHARAMannya. Opo yang dijual? #MLM

17.Buat Praktisi #MLM jangan kecil hati. Jadikan twit saya ini sbg KONTROL diri Anda, jangan sampe kebablasan. Sayang pertemanan. #MLM

18.Contohnya alumni ECamp yg ikutan #MLM biasanya otomatis dijauhi, karena PROSPEK & BM-nya naudzubillah menjengkelkan. #MLM

19.Saya GAK PEDULI penghasilan Anda 700 Juta Sebulan (sebulan aja, maksudnya), karena saya tak mau MELACURKAN NAMA saya u/ Bisnis. #MLM

20.Saya masih ingin berjumpa kawan2 saya dengan senyuman tulus, bukan nyinyir atau takut diprospek & matikan hp saat lihat nama saya. #MLM

21.Saya masih ingin kawan2 menelepon & bilang "kangen loe Jay, ngopi2 yuk", bukannya kesepian pamer foto sushi di Jepang. #MLM

22.Saya lebih memilih naik bus/kereta bersama kawan2, daripada naik BMW (ini merek yg paling sering mrk disebut) & pamer2.. #MLM

23.Sadarlah wahai pelaku #MLM, benarkah Anda ingin membantu orang lain saat prospek atau terngiang2 closing & komisi lihat muka kawan.

24.Menjadi kaya itu bagus, bisa banyak bantu orang, tapi gunakanlah cara yang tak mengorbankan orang lain. #MLM

24.Menjadi kaya itu bagus, bisa banyak bantu orang, tapi gunakanlah cara yang tak mengorbankan orang lain. #MLM

25.Jika tersinggung, saya bersyukur.. semoga diberikan kerendahan hati u/ merenung.. sekian.. #MLM

Keajaiban

"KEAJAIBAN"
Oleh ust.Salim A. Fillah

Iman itu terkadang menggelisahkan.

Atau setidaknya menghajatkan ketenangan yang
mengguyuri hati dengan terkuaknya keajaiban.
Mungkin itu yang dirasakan Ibrahim ketika dia
meminta kepada Rabbnya untuk ditunjukkan
bagaimana yang mati dihidupkan. Maka saat
Rabbnya bertanya, “Belum yakinkah engkau
akan kuasaKu?” , dia menjawab sepenuh hati,
“Aku yakin. Hanya saja agar hati ini menjadi
tenteram.”

Tetapi keajaiban itu tak datang serta merta di
hadapannya. Meski Allah bisa saja
menunjukkan kuasaNya dalam satu kata “Kun!”,
kita tahu, bukan itu yang terjadi. Ibrahim harus
bersipayah untuk menangkap lalu mencincang
empat ekor burung. Lalu disusurnya jajaran
bukit-berbukit dengan lembah curam untuk
meletakkan masing-masing cincangan. Baru dia
bisa memanggilnya. Dan beburung itu
mendatanginya segera.
Di sinilah rupanya keajaiban itu. Setelah kerja
yang menguras tenaga.
Tetapi apakah selalu kerja-kerja kita yang akan
ditaburi keajaiban?
Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh
Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap
kegersangan yang membakar. Yang ada hanya
pasir dan cadas yang membara. Tak ada
pepohon tempat bernaung. Tak terlihat air
untuk menyambung hidup. Tak tampak insan
untuk berbagi kesah. Keculai bayi itu. Isma’il.
Dia kini mulai menangis begitu keras karena
lapar dan kehausan.

Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak
air untuk menjawab tangis putera semata
wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari
ujung ke ujung coba ditelisiknya dengan
seksama. Tak ada. Sama sekali tak ada tanda.
Tapi dia terus mencari. Berlari. Bolak-balik
tujuh kali. Mungkin dia tahu, tak pernah ada air
di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan
kesungguhannya pada Allah. Sebagaimana telah
ia yakinkan sang suami, “Jika ini perintah Allah,
Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami!”

Maka kejaiban itu memancar. Zam zam! Bukan.
Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak
yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa.
Air itu muncul justru dari kaki Isma’il yang bayi.
Yang menangis. Yang haus. Yang menjejak-
jejak. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban
datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-
ikhtiar kita.
Mari belajar pada Hajar bahwa makna kerja
keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita
kepada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar
dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak
pernah menyia-nyiakan iman dan amal kita.

Lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan
yang tak kita sangka atas kehendakNya yang
Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu
menenangkan hati ini dari arah manapun Dia
kehendaki.
Bekerja saja. Maka keajaiban akan menyapa
dari arah tak terduga.

Di lintas sejarah berikutnya, datanglah seorang
lelaki pengemban da’wah untuk menjadi ‘ibrah.
Dari Makkah, dia berhijrah ke Madinah. Tak
sesuatupun dia bawa dari kekayaan melimpah
yang pernah memudahkannya. Dia,
‘Abdurrahman ibn ‘Auf. Dan Rasulullah yang
tahu gaya hidupnya di Makkah
mempersaudarakannya dengan seorang lelaki
Anshar kaya raya. Sa’d ibn Ar Rabi’.
Kita hafal kemuliaan kedua orang ini. Yang satu
menawarkan membagi rata segala miliknya
yang memang berjumlah dua; rumah, kebun
kurma, dan bahkan isterinya. Yang satu dengan
bersahaja berkata, “Tidak saudaraku..
Tunjukkan saja jalan ke pasar!”
Dan kita tahu, dimulai dari semangat menjaga
‘izzah, tekadnya untuk mandiri, serta tugas suci
menerjemahkan nilai Qurani di pasar Madinah,
terbitlah keajaiban itu. ‘Abdurrahman ibn ‘Auf
memang datang ke pasar dengan tangan
kosong, tapi dadanya penuh iman, dan akalnya
dipenuhi manhaj ekonomi Qurani. Dinar dan
dirham yang beredar di depan matanya dia pikat
dengan kejujuran, sifat amanah, kebersihan dari
riba, timbangan yang pas, keadilan transaksi,
transparansi, dan akad-akad yang tercatat rapi.
Sebulan kemudian dia telah menghadap Sang
Nabi dengan baju baru, mewangi oleh tebaran
minyak khaluq yang membercak-bercak. “Ya
Rasulallah, aku telah menikah!”, katanya
dengan sesungging senyum. Ya, seorang wanita
Anshar kini mendampinginya. Maharnya emas
seberat biji kurma. Walimahnya dengan
menyembelih domba. Satu hari, ketika 40.000
dinar emas dia letakkan di hadapan Sang Nabi,
beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi
yang kau infaqkan juga yang kau simpan!”
Kita mengenangnya kini sebagai lelaki yang
memasuki surga sambil merangkak.
Di mana titik mula keajaiban itu? Mungkin
justru pada keberaniannya untuk menanggalkan
segala kemudahan yang ditawarkan. Dalam
pikiran kita, memulai usaha dengan seorang
isteri, sebuah rumah tinggal, dan sepetak kebun
kurma seharusnya lebih menjanjikan daripada
pergi ke pasar dengan tangan kosong. Tetapi
bagi ‘Abdurrahman ibn ‘Auf agaknya itu justru
terlihat sebagai belenggu. Itu sebuah beban
yang memberati langkahnya untuk menggapai
kemuliaan yang lebih tinggi. Keajaiban itu
datang dalam keterbatasan ikhtiyar keras si
tangan kosong. Bukan pada kelimpahan yang
ditawarkan saudaranya.

Memulai dengan tangan kosong seperti
‘Abdurrahman ibn ‘Auf seharusnya menjadi
penyemangat kita bahwa itu semua mudah.
Mungkin dan bisa. Tetapi apakah kemudahan
itu? Suatu hari dalam perjamuan Raja
Ferdinand dan Ratu Isabella, semua orang
mencibir perjalanan Columbus menemukan
dunia baru sebagai hal yang sebenarnya sangat
mudah. Tinggal berlayar terus ke barat. Lalu
ketemu.
Christopher Columbus tersenyum dari kursinya.
Diambil dan ditimangnya sebutir telur rebus dari
piring di depannya. “Tuan-tuan”, suaranya
menggelegar memecah ricuh bebisikan. “Siapa
di antara kalian yang mampu memberdirikan
telur ini dengan tegak?”
“Christopher”, kata seorang tua di sana, “Itu
adalah hal yang tidak mungkin!”
Semua mengangguk mengiyakan.
“Saya bisa”, kata Columbus. Dia menyeringai
sejenak lalu memukulkan salah satu ujung
telurnya sampai remuk. Lalu memberdirikannya.
“Oh.. Kalau begitu, kami juga bisa!”, kata
seseorang. “Ya.. ya.. ya..”, seru yang lain. Dan
senyum Columbus makin lebar. Katanya, “Itulah
bedanya aku dan kalian Tuan-tuan! Aku
memang hanya melakukan hal-hal yang mudah
dalam kehidupan ini. Tetapi aku melakukannya
di saat semua orang mengatakan bahwa hal
mudah itu mustahil!”

NAH, para pengemban da’wah, bekerjalah. Maka
keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga.
Mulailah. Karena dalam keberanian memulai
itulah terletak kemudahannya. Bukan soal
punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu.
Miskin atau kaya. Kita bekerja, karena bekerja
adalah bentuk kesyukuran yang terindah.

Seperti firmanNya;
..Bekerjalah hai keluarga Daud, untuk bersyukur.
Dan sedikit sekali di antara hambaKu yang
pandai bersyukur. (QS Saba’: 13)